← Kembali ke Berita
Pemprov Papua Barat Jajaki Investasi PLTSa di Manokwari untuk Atasi Sampah dan Hasilkan Listrik
2026-07-13
MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat membuka peluang investasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kabupaten Manokwari sebagai upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi listrik bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengatakan rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Pemerintah Provinsi Papua Barat ke Provinsi Anhui, China. Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah yang telah terintegrasi dan mampu menghasilkan energi listrik.
Menurut Lakotani, sejumlah kota di Provinsi Anhui berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah modern sehingga tidak lagi mengalami penumpukan sampah di kawasan perkotaan.
“Di beberapa kota di Provinsi Anhui itu nol sampah. Kita tidak akan menemukan sampah karena sampah-sampah itu diambil, dikumpulkan, lalu digunakan sebagai pembangkit listrik untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai konsep tersebut layak menjadi referensi bagi Papua Barat karena selain mampu menghasilkan energi listrik, juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama calon investor dan PT Conch akan menurunkan tim teknis ke Manokwari untuk melakukan survei lapangan. Survei tersebut bertujuan menghitung volume timbulan sampah harian sebagai dasar penyusunan studi kelayakan (feasibility study) pembangunan PLTSa.
"Hasil survei akan menentukan apakah volume sampah yang dihasilkan setiap hari mencukupi untuk mendukung operasional pembangkit listrik tersebut," kata Wagub, Sabtu (11/7/2026).
Wagub Lakotani menjelaskan, pembangunan PLTSa tidak memerlukan lahan yang luas. Berdasarkan pengalaman di Provinsi Anhui, fasilitas pengolahan sampah dapat dibangun di kawasan industri atau area pabrik dan dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan listrik masyarakat.
Ia menambahkan, komunikasi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan calon investor masih terus berlangsung melalui koordinasi intensif. Pemerintah berharap hasil survei teknis nantinya dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi pengembangan proyek tersebut di Manokwari.
"Keputusan mengenai kelanjutan investasi ini akan didasarkan pada hasil survei, terutama terkait jumlah penduduk dan volume sampah yang dihasilkan di Manokwari," tutup Wagub Lakotani.