← Kembali ke Berita Forecast PM 2.5 Prov Papua Barat 30 Agustus s/d 31 Agustus 2026

Forecast PM 2.5 Prov Papua Barat 30 Agustus s/d 31 Agustus 2026

31 Agustus 2026

WA FB
INFORMASI PRAKIRAAN KUALITAS UDARA PROVINSI PAPUA BARAT Disampaikan Forecast PM 2.5 Provinsi Papua Barat untuk tanggal 30–31 Agustus 2026 pukul 21.00 WIT. Apa itu PM 2.5 PM2.5 (Particulate Matter 2,5) adalah partikel udara yang berukuran sangat kecil, yaitu diameter ≤ 2,5 mikrometer. Ukurannya jauh lebih kecil daripada diameter rambut manusia sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. PM 2.5 dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain asap kebakaran hutan dan lahan, pembakaran sampah, kendaraan bermotor, industri, serta sumber pembakaran lainnya. Mengapa PM 2.5 berbahaya? Karena ukurannya sangat kecil, PM 2.5 dapat masuk hingga ke bagian dalam paru-paru. Paparan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan: • iritasi mata dan saluran pernapasan;• batuk dan sesak napas;• memperburuk penyakit pernapasan; dan• meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila terpapar dalam waktu lama. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih ketika konsentrasi PM 2.5 meningkat. Mengapa PM 2.5 digunakan sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan? PM 2.5 merupakan salah satu indikator penting untuk melihat dampak pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan karena proses pembakaran vegetasi menghasilkan banyak partikel halus yang terbawa oleh angin dan dapat menyebar ke wilayah yang cukup jauh. Dengan memantau PM 2.5, kita dapat melihat: Kebakaran → asap dan partikel halus → PM 2.5 meningkat → kualitas udara menurun → risiko paparan masyarakat meningkat. Namun, PM 2.5 bukan satu-satunya indikator untuk menentukan ada atau tidaknya kebakaran. Untuk kajian karhutla, sebaiknya PM 2.5 dikombinasikan dengan hotspot/titik panas, kondisi cuaca dan angin, curah hujan, serta informasi kejadian kebakaran di lapangan. Kondisi Papua Barat 30–31 Agustus 2026 Secara umum, konsentrasi PM 2.5 di sebagian besar wilayah Papua Barat diprakirakan berada pada kategori Baik. Namun, terdapat beberapa wilayah dengan konsentrasi lebih tinggi, terutama di sekitar Manokwari Selatan serta kawasan Kaimana–Teluk Wondama. Pada 31 Agustus 2026, konsentrasi PM 2.5 secara umum diprakirakan menurun dibandingkan 30 Agustus, meskipun beberapa wilayah masih menunjukkan kategori Sedang hingga Tidak Sehat. HIMBAUAN KEPADA MASYARAKAT Sumber data: CAMS–ECMWFKategori: Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berdasarkan Permen LHK No. P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020. Catatan: Forecast PM 2.5 merupakan prakiraan berbasis model. Kondisi aktual dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer, arah angin, curah hujan, dan sumber emisi.

Sumber: DLHT Papua Barat